​Niat Mencuci Pakaian Berujung Duka, Warga Cilellang Tewas Tenggelam dan Ditemukan Tim Gabungan di Sungai Waenunge

​Niat Mencuci Pakaian Berujung Duka, Warga Cilellang Tewas Tenggelam dan Ditemukan Tim Gabungan di Sungai Waenunge

BARRU,WAENUNGE– Suasana di Dusun Lisu, Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, mendadak gempar pada Jumat pagi (3/1/2026). Seorang pemuda bernama Asrul (19), warga Cilellang, Desa Corawali, dilaporkan tewas tenggelam setelah terseret arus Sungai Waenunge saat sedang berenang.

​Peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WITA ketika korban bersama rombongan keluarga berangkat dari kediamannya menuju Sungai Waenunge untuk mencuci pakaian. Setibanya di lokasi, rombongan langsung melakukan aktivitas mencuci.

​Sekitar pukul 09.00 WITA, korban memutuskan untuk berenang bersama rekannya, Rizky (17). Namun nahas, arus sungai tiba-tiba menguat dan menyeret keduanya. Rizky berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian meski dalam kondisi kelelahan, sementara Asrul terus terbawa arus hingga tenggelam.

​”Saksi sempat mendengar korban meminta pertolongan, namun karena kondisi keluarga yang panik dan saksi sendiri kelelahan setelah berjuang melawan arus, korban tidak berhasil diraih,” ungkap salah satu keterangan dalam laporan tersebut.

​Mendapat laporan dari warga, personel gabungan dari Koramil 1405-08/Tanete Riaja, Polsek Tanete Riaja, Polres Barru, serta BPBD Kabupaten Barru segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

​Setelah upaya pencarian selama kurang lebih 1,5 jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 10.23 WITA. Jasad korban ditemukan di dasar sungai, tidak jauh dari titik awal ia berenang, dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Lisu untuk pemeriksaan medis sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka pada pukul 11.00 WITA untuk disemayamkan.

​Pihak berwenang menduga peristiwa ini dipicu oleh kurangnya kewaspadaan serta kondisi arus sungai yang berubah-ubah secara mendadak. Minimnya papan peringatan di area tersebut juga menjadi sorotan, mengingat lokasi ini kerap digunakan warga untuk mencuci dan mandi.

​Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, aparat setempat memberikan beberapa rekomendasi, Pemerintah desa diharapkan segera memasang papan peringatan di titik-titik rawan sungai. Masyarakat diimbau untuk tidak berenang jika kondisi arus sedang deras, terutama bagi yang memiliki kemampuan berenang terbatas. Aparat kepolisian dan pemerintah setempat akan meningkatkan pengawasan di sekitar area sungai yang sering dikunjungi warga.

​Keluarga korban saat ini masih dalam suasana duka mendalam atas musibah yang terjadi di awal tahun ini.