Luwu Utara SulSel // Tipikor RI. Dalam rangka memperkuat integrasi, sinergi, dan kolaborasi antara pelestarian budaya dan pengembangan wisata religi di Kabupaten Luwu Utara, khususnya di Kecamatan Malangke, Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Objek Wisata Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (UPT Pariwisata), Lukman, memenuhi undangan Musyawarah Adat yang dilaksanakan Lembaga Adat La Patiware’ di Baruga Kompleks Makam Datuk Pattimang, Kamis (8/1/2026).
Musyawarah adat ini membahas tentang persiapan kunjungan YM Datu ke-40 Luwu, La Maradang Mackulau Opu To Bau ke Kompleks Makam Datuk Pattimang untuk berziarah ke makam Dato’ Sulaiman dan makam La Pattiware’. Kunjungan Datu Luwu ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) yang akan dilaksanakan pada 23 Januari 2026 mendatang di Istana Kedatuan Luwu yang terletak Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Selain itu, musyawarah adat juga membahas tentang persiapan Ritual Adat Tahunan “Maggawe Samampa” yang digelar dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan yang akan dilaksanakan selama tiga hari tiga malam di Baruga Kompleks Makam Datuk Pattimang. Kegiatan adat tahunan ini biasanya digelar secara meriah dengan mengundang masyarakat desa setempat, termasuk menghadirkan Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara, dalam hal ini Bupati Luwu Utara.
Selain Ketua Lembaga Adat Andi Patiware’ serta Kepala UPT Pariwisata, musyawarah adat ini juga dihadiri Arung Malangke, Kepala Desa Pattimang, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Ketua BPD Desa Pattimang, Matoa Maradeka Pattimang, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat. Musyawarah digelar dalam suasana penuh keakraban. Rapat dibuka Arung Malangke, kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang teknis pelaksanaan dua acara yang akan dilaksanakan itu.
Kehadiran Disporapar dan Disdikbud dalam musyawarah lembaga adat ini menegaskan komitmen
lembaga adat dan pemerintah daerah untuk senantiasa saling bersinergi dan berkolaborasi dalam setiap kegiatan yang bernuansa adat, budaya, dan pariwisata. Sekaligus sebagai fondasi utama di dalam upaya untuk menjaga, memelihara, menguatkan, dan melestarikan sektor kebudayaan dan pariwisata berkelanjutan yang berbasis kearifan lokal yang ada di Bumi La Maranginang ini.
“Daya tarik wisata itu tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga terletak pada kekayaan budayanya. Sehingga kita hadir di sini tentunya sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap tradisi budaya di Desa Pattimang ini yang senantiasa terpelihara dari generasi ke generasi,” ucap Lukman usai pertemuan tersebut. Ia pun menegaskan bahwa pemerintah daerah akan selalu mendukung tradisi dan budaya yang senantiasa dilestarikan oleh lembaga adat.
“Pemerintah akan terus mendukung dua kegiatan yang akan dilaksanakan nanti, yaitu kunjungan Datu Luwu ke Kompleks Makam Datuk Pattimang, serta ritual adat tahunan Maggawe Samampa yang juga akan dilaksanakan di sini,” jelas Lukman sembari berharap kegiatan adat dan budaya ini dapat dilaksanakan dengan tertib dan lebih semarak. Karena menurutnya, acara kebudayaan yang akan dilaksanakan tersebut merupakan ruh dari kebudayaan dan kepariwisataan itu sendiri.
“Tanpa keterlibatan dan restu dari lembaga adat, pengembangan kebudayaan dan kepariwisataan akan kehilangan identitasnya. Sehingga musyawarah adat yang dilaksanakan saat ini merupakan momentum penting untuk menyelaraskan persiapan-persiapan dalam menyambut dua kegiatan penting tersebut, baik secara teknik maupun secara norma adat yang ada,” terangnya lagi.
Sementara Ketua Lembaga Adat La Pattiware’, Takdir Sainal, tak lupa menyampaikan terima kasih atas kehadiran perwakilan pemda dalam musyawarah tersebut. “Terima kasih atas kehadirannya. Semoga kegiatan kita dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Kami harap, sinergi dan kolaborasi ini dapat terus berjalan, sehingga terbangun harmoni yang indah antara pemerintah dan lembaga adat demi majunya budaya dan pariwisata di Kabupaten Luwu Utara,” ucap Takdir Sainal. //LIM.






