BARRU,– Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Barru terkait investasi PT Conch pada Jumat (10/04/2026) berlangsung dinamis. Aktivis lingkungan, Yusdaliah Yusuf Iccu, menyoroti jalannya forum yang dinilai tidak seimbang dan sempat diwarnai ketegangan akibat interupsi.
Dalam forum tersebut, Yusdaliah menilai penyampaian aspirasi belum berjalan secara inklusif. Menurutnya, sebagian besar peserta yang hadir cenderung memberikan dukungan penuh terhadap investasi PT Conch, sehingga pandangan kritis dari sisi lingkungan dan sosial kurang mendapatkan porsi yang memadai.
Aktivis yang lama berkecimpung di lembaga swadaya masyarakat ini mengingatkan bahwa persoalan perizinan PT Conch memiliki rekam jejak panjang, bahkan pernah dikawal bersama WALHI hingga ke tingkat Mahkamah Konstitusi (MK).
Suasana sempat memanas saat Yusdaliah menyampaikan pendapatnya. Belum selesai memaparkan argumen, pembicaraannya langsung dipotong melalui interupsi oleh peserta lain, Ir. Abdu Samid. Insiden ini memicu ketegangan singkat di dalam ruang sidang terhormat tersebut.
Yusdaliah menyayangkan sikap tidak kooperatif tersebut. Ia menegaskan bahwa sebagai forum resmi, RDP seharusnya menjadi ruang yang setara bagi semua pihak.
”Saya berharap ke depan forum resmi seperti RDP dapat memberikan ruang yang setara bagi seluruh pihak, baik yang mendukung maupun yang menolak, agar proses pengambilan kebijakan berjalan lebih objektif,” tegas Yusdaliah.
Kepada awak media, Yusdaliah mengungkapkan bahwa dirinya merupakan satu-satunya perwakilan kelompok kontra yang berani hadir secara langsung dalam RDP tersebut. Ia menjelaskan bahwa rekan sejawatnya, Andi Agus dan Abdul Malik, yang juga bersikap kontra terhadap PT Conch, berhalangan hadir karena sedang berada di luar kota.
Meski harus menghadapi dominasi suara pro-investasi sendirian, Yusdaliah tetap berkomitmen untuk menyuarakan aspirasi demi menjaga keseimbangan kebijakan di Kabupaten Barru.






