BARRU — PT Rachita Group memberikan klarifikasi terkait sejumlah persoalan fasilitas di Perumahan Rachita 5 yang belakangan menjadi perhatian warga, mulai dari arah kiblat musala, air bersih hingga saluran induk.
Direktur Operasional PT Rachita Group, Arsyad Rahman Kartolo, menegaskan bahwa pihak pengembang telah berupaya menindaklanjuti kebutuhan warga melalui surat resmi kepada instansi terkait.
Terkait arah kiblat, Arsyad mengatakan pihaknya telah beberapa kali menyurati Kementerian Agama sejak 2025 untuk memohon penentuan arah kiblat. Namun, hingga kini pihaknya mengaku belum menerima tindak lanjut.
“Sejak 2025 kami sudah beberapa kali menyurat ke Kemenag untuk memohon penentuan arah kiblat, tetapi sampai hari ini belum ada tanggapan,” ujar Arsyad.
Sementara terkait air bersih, Arsyad menjelaskan bahwa pihak pengembang tidak pernah menjanjikan pemasangan jaringan PDAM kepada penghuni. Namun, atas permintaan warga, PT Rachita Group telah menyurati PDAM untuk membantu pengadaan jaringan air bersih di kawasan perumahan.
Adapun mengenai saluran induk, Arsyad menegaskan fasilitas tersebut masih dalam proses pengerjaan karena pembangunan kawasan Rachita 5 belum sepenuhnya selesai.
“Saluran induk itu masih dalam proses pekerjaan. Karena sekarang masih tahap pembangunan. Untuk pembuangan saluran induk, kami pastikan PT Rachita akan membuatkan seluruh saluran pembuangan,” jelasnya.
Pihak PDAM sebelumnya juga menyampaikan bahwa penyediaan jaringan air di dalam kawasan membutuhkan pembangunan jaringan internal oleh pengembang. Hal tersebut menjadi bagian dari proses yang masih perlu ditindaklanjuti bersama.
Dengan klarifikasi tersebut, PT Rachita Group menegaskan bahwa sejumlah fasilitas di Rachita 5 masih dalam proses pembangunan dan koordinasi dengan instansi terkait. Pengembang berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bertahap demi memberikan kepastian dan kenyamanan bagi seluruh penghuni.






