Enrekang Sulsel//Tipikor RI— Kabupaten Enrekang menjadi daerah dengan produksi cabai terbesar di Sulawesi Selatan (Sulsel). Produksi cabai di daerah tersebut mencapai 12.103 kuintal sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Plt Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPH-Bun) Sulsel, Sarijuddin mengatakan, Enrekang menjadi sentra produksi cabai terbesar dibandingkan sejumlah daerah penghasil cabai lainnya di Sulsel.
“Sentra produksi paling besar di Sulawesi Selatan khusus untuk cabai adalah Kabupaten Enrekang,” ujar Sarijuddin, Kamis (24/9/2026).
Selain Enrekang, produksi cabai juga tersebar di sejumlah daerah sentra lainnya. Wajo mencatat produksi lebih dari 3.000 kuintal, Jeneponto sekitar 3.400 kuintal, Bone sekitar 1.300 kuintal, Takalar sekitar 2.000 kuintal, dan Gowa sekitar 1.000 kuintal.
Sarijuddin menjelaskan, angka tersebut merupakan akumulasi produksi sejak Januari hingga Agustus 2026, bukan hasil produksi dalam satu bulan.
“Itu jumlah produksi yang dihasilkan masing-masing kabupaten sampai bulan Agustus. Dari Januari sampai Agustus itulah produksi yang dihasilkan,” jelasnya.
Ia menyebut sentra produksi cabai di Sulsel meliputi Enrekang, Bone, Wajo, Jeneponto, Bantaeng, dan Takalar.
Selain sebagai sentra produksi terbesar, Enrekang juga menjadi lokasi champion cabai rawit yang dibentuk Kementerian Pertanian (Kementan). Keberadaan champion tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga pasokan cabai ke sejumlah wilayah, termasuk Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.
“Enrekang ada namanya champion cabai. Champion cabai itu bentukan Kementerian Pertanian,” katanya.
Menurut Sarijuddin, champion cabai di Enrekang dapat menjadi bagian dari mekanisme pemenuhan pasokan ketika stok di Pasar Induk Kramat Jati mengalami kekurangan. Kementan nantinya akan menghubungi champion cabai di sejumlah daerah untuk mengirimkan pasokan.
“Makanya Kementerian Pertanian menghubungi semua champion seluruh Indonesia, termasuk Sulsel yang dipusatkan di Enrekang untuk mengirim cabainya ke Pasar Induk Kramat Jati. Ini memang sudah ada kerja sama,” jelasnya.
Dalam memenuhi kebutuhan pengiriman tersebut, champion cabai rawit di Enrekang juga dapat mengonsolidasikan pasokan dari kabupaten lain di Sulsel.
“Champion cabai rawit itu bilamana stoknya kurang dan akan dikirim ke Pasar Induk Kramat Jati, dia meminta barang di kabupaten lain seperti Pinrang, Sidrap, Jeneponto .(mustakim)






