​Dipimpin Kabid Alihkang Tingkatkan Kesiagaan, 326 Pekerja Proyek Waskita-FYP KSO Ikuti Pelatihan Damkar dan Penyelamatan

​Dipimpin Kabid Alihkang Tingkatkan Kesiagaan, 326 Pekerja Proyek Waskita-FYP KSO Ikuti Pelatihan Damkar dan Penyelamatan

BARRU,TIPIKOR-RI– Sebagai langkah preventif dalam menjamin keselamatan kerja, PT Waskita FYP KSO menggelar pelatihan pemadam kebakaran dan penyelamatan bagi para pekerjanya. Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR), Dusun Lawallu, Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, pada Jumat (13/02/2026).

​Pelatihan ini diikuti oleh sedikitnya 326 orang, yang terdiri dari pegawai dan pekerja lapangan yang tengah menggarap proyek strategis pembangunan Sekolah Rakyat 1 Provinsi Sulawesi Selatan.

​Kegiatan dimulai sejak pagi hari tepat setelah sesi briefing rutin. Para pekerja tidak hanya mendapatkan materi secara teori mengenai penanganan kebakaran skala sedang hingga besar, tetapi juga terjun langsung mempraktikkan teknik pemadaman.

​Metode yang diajarkan meliputi: Teknik Tradisional: Penggunaan karung goni basah untuk memadamkan api secara manual.

Teknik Modern: Prosedur pengoperasian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk penanganan cepat skala kecil.

Tanggap Darurat: Simulasi evakuasi dan mitigasi bencana banjir di lingkungan proyek.

​Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari undangan kolaborasi yang dilayangkan PT Waskita FYP KSO kepada Dinas Satpol PP, Damkar, dan Penyelamatan Kabupaten Barru.

​Instruktur utama dalam kegiatan ini adalah Alihkang, S.Pd., MM. (Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Barru), dengan pendampingan langsung dari tim ahli, di antaranya: ​Andi Pawawol, SP (Plt. Kasat Pol PP, Damkar dan Penyelamatan), ​Erwin, S.Sos (Kasi Operasional, Sarana dan Prasarana), Syarifuddin, S.Sos (Kasi Penyelamatan dan Evakuasi), Abdul Azis, S.E (Analis Kebakaran), Serta tim operasional lapangan (Muhammad Aris, Borahima, Ismail, Rahmat Amir, Haris, dan Alfian).

​Perwakilan dari PT Waskita FYP KSO menyatakan bahwa simulasi ini sangat krusial, mengingat lokasi proyek yang berada di Jl. Poros Barru-Parepare memiliki intensitas aktivitas yang tinggi. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh personil memiliki kesiapan mental dan keterampilan teknis jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat di lokasi pembangunan.

​”Pelatihan ini adalah investasi keselamatan. Kami ingin memastikan setiap pekerja pulang dalam keadaan selamat setiap harinya,” ujar salah satu tim pelaksana di lokasi.