Kadis Pendidikan Barru Buka Pelatihan Laboran PAI, Tekankan Sinergi Profesionalisme dan Karakter

Kadis Pendidikan Barru Buka Pelatihan Laboran PAI, Tekankan Sinergi Profesionalisme dan Karakter

BARRU,– Pemerintah Kabupaten Barru kembali menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Barru, Andi Milawaty Abustan, S.Sos., M.M., secara resmi membuka Pelatihan Laboran Pendidikan Agama Islam (PAI) Angkatan 2 dan 3 pada Senin (9/2/2026).

​Kegiatan yang berlangsung hingga 14 Februari 2026 ini merupakan buah kolaborasi strategis antara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMP Kabupaten Barru.

​Dalam sambutannya, Andi Milawaty menekankan bahwa profesionalisme guru tidak boleh lepas dari penguatan karakter peserta didik. Menurutnya, di era digital yang penuh tantangan, guru PAI memegang peranan vital sebagai teladan etika dan akhlak.

​”Peningkatan kompetensi adalah indikator keberhasilan pendidikan. Namun, guru juga harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai-nilai karakter bagi generasi muda,” tegas Kadis Pendidikan Barru

​Kasi PAIS Kemenag Barru, Sudirman Abdullah, S.Pd.I., M.M., mengungkapkan sebuah data penting: terdapat 283 calon penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2026 di Barru. Ia menjelaskan bahwa optimalisasi peran Kepala Laboran PAI adalah solusi cerdas untuk memenuhi beban kerja guru sesuai regulasi yang berlaku.

Penyelenggara: BDK Makassar bekerja sama dengan MGMP PAI SMP Barru. Waktu: 9 – 14 Februari 2026. Target: Guru PAI di Kabupaten Barru agar kompeten mengelola laboratorium secara profesional.

​Kasubag TU BDK Makassar, Sukmawati, S.Pd.I., M.A., turut mengapresiasi inisiatif MGMP PAI Barru. Ia memastikan bahwa pelatihan ini terakreditasi dan diakui secara resmi oleh Kementerian Agama RI.

​Selain fokus pada teknis laboratorium, Kadis Pendidikan juga menitipkan sejumlah agenda kebijakan daerah kepada para peserta, di antaranya: ​Program Rabu Bersih: Penguatan budaya kebersihan lingkungan sekolah. Pendidikan Anti Korupsi: Penanaman integritas sejak dini. ​Lomba Sekolah OKEsi: Mendorong inovasi dan pembiasaan positif di satuan pendidikan.

​Melalui sinergi lintas lembaga ini, diharapkan guru-guru PAI di Barru tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga adaptif dalam mengintegrasikan nilai Islam dengan perkembangan teknologi di laboratorium sekolah.