Kapolsek Pujananting dan Yayasan IBS Bersinergi Tangani Warga dengan Gangguan Jiwa

Kapolsek Pujananting dan Yayasan IBS Bersinergi Tangani Warga dengan Gangguan Jiwa

BARRU – Bentuk kepedulian yang mendalam terhadap isu kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh Polsek Pujananting. Kapolsek Pujananting, Iptu Sahabuddin, S.Sos, berkolaborasi dengan Yayasan IBS (Indahnya Berbagi Sesama) pimpinan Kamaruddin, dalam menangani seorang warga dengan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kelurahan Mattappa Walie, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, pada Rabu (29/10/2025).

​Respons Cepat atas Laporan Keluarga

​Inisiatif ini bermula dari laporan yang diterima oleh Polsek Pujananting dari pihak keluarga mengenai salah satu warga bernama Redy Laupe, yang mengalami kekambuhan penyakit gangguan jiwa.

​Mendapat laporan tersebut, Kapolsek bersama tim dari Yayasan IBS langsung bergerak cepat menuju kediaman warga. Tindakan yang dilakukan bukan hanya memberikan pertolongan, tetapi juga pendampingan serta edukasi penting kepada keluarga pasien mengenai penanganan dan perawatan.

​Kehadiran Polisi dalam Tugas Kemanusiaan

​Kapolsek Pujananting, Iptu Sahabuddin, menegaskan bahwa langkah cepat yang diambil ini merupakan perwujudan nyata dari kehadiran polisi di tengah masyarakat, yang perannya melampaui sebatas bidang keamanan.

​“Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga ingin memastikan setiap warga mendapatkan perhatian dan penanganan yang layak, termasuk bagi saudara-saudara kita yang mengalami gangguan kejiwaan,” ujar Iptu Sahabuddin. Ia menekankan komitmen Polri dalam tugas-tugas kemanusiaan.

Apresiasi dari Lembaga Sosial

​Ketua Yayasan IBS, Kamaruddin, menyatakan apresiasi yang tinggi terhadap sinergi bersama pihak kepolisian ini. Menurutnya, kolaborasi ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam penanganan isu sosial dan kemanusiaan di wilayah pelosok seperti Pujananting.

​“Kami berterima kasih kepada Kapolsek dan jajaran Polsek Pujananting yang tanggap dan cepat merespon laporan warga. IBS siap terus bersinergi dengan kepolisian dan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutur Kamaruddin.

Kegiatan kolaboratif ini diharapkan menjadi contoh positif bagi aparat kepolisian dan lembaga sosial lain di daerah untuk bersama-sama menangani persoalan kemanusiaan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat agar lebih perhatian terhadap ODGJ di lingkungannya.