“KONSERVASI PENYU DI PULAU BURU: KERJA SAMA MASYARAKAT DAN WWF INDONESIA DI PULAU BURU

“KONSERVASI PENYU DI PULAU BURU: KERJA SAMA MASYARAKAT DAN WWF INDONESIA DI PULAU BURU

 

Buru, Indonesia – Upaya konservasi penyu di Pulau Buru, Maluku, yang dipimpin oleh WWF Indonesia dan masyarakat lokal, telah membuahkan hasil yang luar biasa. Tingkat perburuan penyu telah menurun drastis menjadi di bawah 5% sejak tahun 2023.

Menurut Naufal, Petugas Keanekaragaman Hayati Laut WWF Indonesia, program konservasi telah fokus pada empat lokasi pendaratan penyu di Kecamatan Fena Leisela, yaitu pantai Wamlana, Waspait, Waekose, dan Waenibe. “Sejak 2017, kami telah bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk memantau pendaratan penyu, identifikasi spesies, penghitungan telur, dan tingkat keberhasilan penetasan,” jelas Naufal.

Tim juga melakukan relokasi telur penyu ke lokasi yang lebih aman jika diperlukan, untuk melindungi mereka dari ancaman seperti gelombang laut, predator, dan pemburu. Kerja sama ini telah menyebabkan penurunan signifikan dalam perburuan telur, dari lebih dari 90% pada 2017 menjadi kurang dari 5% pada 2023.

Naufal mengatribusikan keberhasilan ini pada kemitraan yang kuat antara WWF, pemerintah lokal, pemimpin masyarakat, dan warga desa. “Masyarakat dapat memahami pentingnya konservasi jika didekati dengan cara yang bermanfaat bagi mereka,” katanya.

Upaya konservasi di Pulau Buru ini menjadi contoh bagi inisiatif konservasi yang dipimpin oleh masyarakat, menunjukkan bahwa aksi kolektif dapat membawa hasil positif bagi spesies yang terancam punah seperti penyu.

Rilis : pija