DPRD Luwu Utara Serap Aspirasi Warga Rampi, Infrastruktur hingga Layanan Dasar Jadi Sorotan

DPRD Luwu Utara Serap Aspirasi Warga Rampi, Infrastruktur hingga Layanan Dasar Jadi Sorotan

Luwu Utara SulSel // Tipikor RI.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Utara kembali melaksanakan agenda reses masa sidang dengan menyapa langsung masyarakat di Kecamatan Rampi, Kamis (26/3/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Rampi ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat, guna menghimpun berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga di wilayah terpencil tersebut.

 

Camat Rampi, Usniati S Parman, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa reses memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah.

 

“Melalui forum ini, masyarakat dapat menyampaikan langsung apa yang menjadi kebutuhan prioritas mereka,” ujarnya.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Luwu Utara, Riswan Bibbi dan Hatta Turusy, bersama unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan, BPD, tokoh agama, tokoh pendidikan, serta masyarakat setempat.

 

Dalam sesi dialog, warga menyuarakan sejumlah persoalan mendasar. Mulai dari keterbatasan fasilitas kesehatan, kebutuhan peningkatan sarana pendidikan, hingga kondisi infrastruktur yang dinilai masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.

 

Akses layanan dasar yang belum merata juga menjadi keluhan utama masyarakat, mengingat letak geografis Kecamatan Rampi yang cukup terpencil.

 

Menanggapi hal itu, anggota DPRD memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan perjuangan dalam penyusunan program pembangunan daerah ke depan.

 

“Kami akan membawa dan mengawal aspirasi ini agar bisa direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar salah satu anggota DPRD.

 

Kegiatan reses berlangsung aman dan tertib dengan pengamanan dari aparat TNI dan Polri setempat.

 

Melalui agenda ini, DPRD diharapkan mampu memperkuat peran representatifnya, sekaligus memastikan suara masyarakat di wilayah pelosok tetap menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah. //LIM.