
Selasa, 11 Agustus 2026
ENREKANG, Sulsel // Tipikor RI– Pemerintah Kabupaten Enrekang meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau 2026. Bupati Enrekang H. Muh. Yusuf Ritangnga mengeluarkan instruksi kepada jajaran pemerintah hingga tingkat desa untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta potensi kelangkaan air bersih.
Instruksi tersebut disampaikan melalui surat edaran tentang kewaspadaan terhadap bencana kekeringan, keterbatasan air bersih, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Bupati meminta camat, lurah, kepala desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat aktif menyampaikan edukasi kepada warga agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, baik di lahan perkebunan, padang penggembalaan maupun kawasan hutan,” ujar Yusuf Ritangnga, Jumat (8/8/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca kering meningkatkan risiko kebakaran, terutama jika api berasal dari aktivitas pembukaan lahan atau pembakaran sampah yang tidak terkendali.
Selain ancaman karhutla, Bupati juga mengingatkan masyarakat mengenai potensi kebakaran yang bersumber dari instalasi listrik. Warga diminta memastikan kondisi kabel dan peralatan listrik di rumah masing-masing.
“Instalasi listrik perlu diperiksa secara berkala. Hindari kabel yang terkelupas maupun penggunaan listrik secara berlebihan karena dapat memicu korsleting dan kebakaran,” katanya.
Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok atau benda lain yang dapat memicu api di lokasi yang kering, terutama kawasan yang dipenuhi semak belukar dan material mudah terbakar.
Pemkab Enrekang mengajak seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi darurat yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Untuk mempercepat penanganan dan koordinasi, BPBD Kabupaten Enrekang menyediakan layanan pengaduan melalui:
08124220462 – Kepala BPBD
081525873714 – Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan
081268050602 – Kabid Kedaruratan dan Logistik
Bupati berharap kewaspadaan bersama dapat mencegah terjadinya kebakaran maupun dampak kekeringan yang lebih luas selama musim kemarau berlangsung.(mustakim)






