Kasat Reskrim Polres Pasangkayu Sudah Undangan Oknum Polisi, Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Anak Perempuan 

Kasat Reskrim Polres Pasangkayu Sudah Undangan Oknum Polisi, Terkait Dugaan Kasus Kekerasan Anak Perempuan 

Pasangkayu, — Penanganan kasus dugaan kekerasan terhadap seorang anak perempuan di Kabupaten Pasangkayu hingga kini belum menunjukkan perkembangan.

 

Upaya konfirmasi Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pasangkayu, AKP Eru Reski, Kamis (30/4/2026).

 

“Tunggu iya, saya ke ruangan Pak Kapolres dulu, saya dipanggil. Nanti kita bicara,” ujarnya singkat

 

Namun, setelah lebih dari tiga jam menunggu, Kasat Reskrim kembali masuk ke dalam ruangannya lewat pintu samping setelah keluar kembali katakan tunggu sebentar karena saya di panggil ke ruangannya pak Kapolres itu sudah keduakali.

 

Saat ditemui Kasat Reskrim Polres Pasangkayu, beberapa awak media di kantin Polres Pasangkayu, ia hanya menyampaikan akan memenuhi panggilan Kapolres terlebih dahulu.

 

Ia baru dapat dikonfirmasi sekitar pukul 13.22 WITA, saat ditemui di kantin Polres Pasangkayu.

 

Dalam pertemuan tersebut, Eru Reski menyapa awak media dan mempersilakan wawancara dilakukan di kantin itu.

 

Saat dikonfirmasi awak media terkait tindaklanjut laporan Pengaduan (SKTTLP) tertanggal 22 April 2026 dengan nomor : SKTTLP/64/IV/2026/SKPT/POLRES PASANGKAYU/POLDA SULAWESI BARAT., AKP Eru Reski, menyampaikan bahwa laporan pengaduan terkait dugaan kekerasan terhadap anak perempuan yang diterima pada 22 April saat ini masih dalam tahap proses.

 

“Dalam waktu dekat kami akan memanggil pihak-pihak terkait. Laporan ini memang baru masuk, sementara kejadian sudah berlangsung sekitar satu bulan sebelumnya,” jelasnya.

 

Ia menyebutkan pihak kepolisian telah menindaklanjuti laporan tersebut dan akan segera mengundang para saksi yang berkaitan dengan kasus ini.

 

“Laporan pengaduan sudah kami tindak lanjuti dan saat ini masih dalam proses,” ungkapnya.

 

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut dugaan kekerasan terhadap anak yang disebut terjadi di salah satu Cafe di wilayah Pasangkayu. (Tim)