Sabtu (31/1/2026) —
Perjalanan hidup Muh Udhin Inda, SE,SH., sarat dinamika, perjuangan, dan pengalaman panjang yang ditempa dari berbagai bidang, mulai dari dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga politik nasional. Berbagai gonjang-ganjing yang dialaminya tidak dilalui dengan cara instan, melainkan melalui kesabaran, kerja keras, dan optimisme yang terus terjaga.
Kini, Muh Udhin Inda yang akrab disapa Bang Ical melanjutkan perjuangan almarhum kakaknya, Drs H. Nurdin Inda, pendiri Komunitas Bugis Makassar Bersatu (KBMB). Amanah tersebut dijalaninya dengan tekad kuat untuk membesarkan KBMB menjadi organisasi kemasyarakatan berskala nasional. yang sebelumnya hanya Ormas tingkat Provinsi Sulawesi selatan.
Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan KBMB bukan perkara mudah bagi Bang Ical. Duka mendalam atas kepergian sang kakak pada 3 Maret 2024 masih membekas. Bahkan, pasca wafatnya pendiri KBMB, roda organisasi sempat mengalami kevakuman kepengurusan hampir satu tahun. Namun, Bang Ical menolak membiarkan komunitas yang dirintis dengan idealisme tersebut berhenti di tengah jalan.
“Ini bukan sekadar organisasi, tetapi warisan nilai dan persaudaraan yang harus dijaga,” ujar Bang Ical.
Lahir dari Desa Terpencil
Muh Udhin Inda, SE,. SH,. lahir pada 30 Desember 1968 di sebuah desa terpencil di Kelurahan Bontokamase, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana dan mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang pengusaha.
Karier Bang Ical dimulai pada tahun 1989 dengan mengelola usaha mobil angkutan umum pada rute Makassar–Bulukumba–Herlang pulang-pergi. Hampir satu dekade ia menekuni usaha transportasi tersebut hingga tahun 1999, yang menjadi fondasi awal pembentukan karakter kerja keras dan ketangguhan mentalnya.
Berbekal pengalaman di lapangan, Bang Ical kemudian beralih profesi menjadi kontraktor dengan mendirikan CV Karunia, perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Dalam dunia konstruksi, ia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan usaha hingga dinamika proyek. Meski demikian, jiwa petarungnya tak pernah surut.
“Jatuh bangun adalah bagian dari proses. Yang penting, tidak berhenti melangkah,” tuturnya.
Menimba Pengalaman Organisasi dan Politik
Pada tahun 2007, Bang Ical mulai terlibat aktif dalam organisasi kemasyarakatan dengan bergabung di Gerakan Masyarakat Sulawesi Selatan (GERMAS) yang saat itu dinakhodai Prof Dr Syahrul Yasin Limpo, SH, MH, Gubernur Sulawesi Selatan periode 2007–2012. Dari organisasi tersebut, Bang Ical banyak belajar mengenai kepemimpinan dan Ilmu politik.Kepada SYL.
Setahun berselang, tepatnya pada 2008, Bang Ical bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PAN Sulawesi Selatan oleh Ketua DPW PAN Sulsel saat itu, Ashabul Kahfi. Di lingkungan internal partai, ia dikenal dengan sapaan “Prof”, sebuah julukan khas yang melekat padanya.
Menangani Proyek Nasional
Karier profesional Bang Ical terus berkembang. Pada 2010, ia dipercaya menjadi rekanan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, mengerjakan sejumlah proyek nasional di Sulawesi Selatan, di antaranya LPMP (kini BPMP) Makassar, P4TK Moncongloe, serta Politeknik Media Kreatif Tamalanrea.
Pada 2012,
Bang Ical memutuskan pindah domisili ke Jakarta. Di ibu kota, ia kembali dipercaya mengerjakan proyek di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Jakarta Pusat, P4TK Cianjur, Jawa Barat, serta LPMP/BPMP DKI Jakarta.
Tahun 2016 menjadi tonggak penting berikutnya. Bang Ical mendirikan PT MUIR Indah Nusantara, perusahaan jasa konstruksi yang berkantor di Graha GAPENSI (GRAHA, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia), Jalan Raya Ragunan No C1 Kec Pasar Minggu , Jakarta Selatan. Pada tahun yang sama, ia juga bergabung dengan DPW PAN DKI Jakarta dan kembali dipercaya sebagai Wakil Ketua Bappilu oleh Eko Patrio.
Ia diplot sebagai Bakal Calon Anggota Legislatif DKI Jakarta II (Kepulauan Seribu–Jakarta Utara A), meliputi Kepulauan Seribu, Koja, Cilincing, dan Kelapa Gading. Ia memilih Dapil ini karena di daerah tsb banyak orang Bugis Makassar yang bermukim di sana.
Namun langkah politik tersebut terhenti setelah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan gabung dengan Kabinet Jokowi. Sejak itu pula Bang Ical memilih mengundurkan diri dari PAN dan pencalonan legislatif.
Aktivisme dan Demokrasi
Setelah mundur dari PAN, Bang Ical aktif sebagai aktivis demokrasi dan bergabung dengan Forum Tanah Air (FTA), sebuah organisasi yang dibentuk para Diaspora Indonesia yang diluar negeri maupun yang didalam Negeri, berkantor pusat di New York, Amerika Serikat. FTA memiliki visi memperbaiki sistem demokrasi Indonesia yang dianggap telah Bobrok Pasca Reformasi,
Bang Ical menilai kedaulatan Rakyat hanya sebatas tulisan tinta hitam di dalam Pasal 1 Ayat (2) UUD 1945,
Sebab Pasca Reformasi Kedaulatan Rakyat telah berpindah tangan ke lembaga lain maupun institusi lain, namun menjelang Pilpres 2024 FTA menjelma menjadi Tim Sukses salah satu pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden,
Bang Ical menilai FTA telah melenceng dari visi awalnya. Atas dasar itu, ia bersama Sekretaris Jenderal FTA Cris Komari yang berdomisili di California Amerika Serikat mengajukan pengunduran diri pada tahun 2021. Pada tahun yang sama, Bang Ical bersama Agung Mozin yang tak lain adalah seniornya di Partai PAN dan Cris Komari mantan Sekjen FTA ia ikut mendirikan Rumah Demokrasi Modern (RDM) yang cikal bakal menjadi Partai Demokrasi Modern (PDM). Ia dipercaya sebagai Koordinator Wilayah Timur, meliputi Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.
Membesarkan KBMB
Setelah wafatnya pendiri KBMB, Bang Ical memutuskan untuk fokus membesarkan organisasi tersebut. Dengan kerja keras, konsolidasi, serta merangkul jaringan lama, KBMB kini telah memiliki kepengurusan di 16 provinsi, antara lain :
1. DPW KBMB Provinsi Sulawesi Selatan
2. DPW KBMB Provinsi Sulawesi Barat
3. DPW KBMB Provinsi Sulawesi Tengah
4. DPW KBMB Provinsi Sulawesi Tenggara
5. DPW KBMB Provinsi DKI Jakarta
6. DPW KBMB Provinsi Jawa Barat
7. DPW KBMB Provinsi Jawa timur
8. DPW KBMB Provinsi Banten
9. DPW KBMB Provinsi DIY Jogjakarta
10. DPW KBMB Provinsi Lampung
11. DPW KBMB Provinsi Kalimantan Timur
12. DPW KBMB Provinsi Papua
13. DPW KBMB Provinsi Papua Tengah
14. DPW KBMB Provinsi Papua Barat
15. .DPW KBMB Provinsi Papua Barat Daya
16. DPW KBMB Provinsi Jambi
“Dari 16 provinsi ini, kami menargetkan pembentukan kepengurusan di 38 provinsi, 416 kabupaten, dan 98 kota di seluruh Indonesia, termasuk Dewan Perwakilan Luar Negeri,” (DPLN)kata Bang Ical.
Dengan pengalaman panjang dan jejaring nasional yang dimilikinya, Bang Ical optimistis KBMB akan tumbuh menjadi wadah pemersatu masyarakat Bugis Makassar yang berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara.(Wartawan Basri)






