
Pasangkayu– Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Air Bersih Perpipaan Saptanajaya di Kabupaten Pasangkayu menjadi sorotan.
Proyek yang menelan anggaran Rp2,79 miliar tersebut telah dikerjakan, namun hingga saat ini fasilitas air bersih itu disebut belum difungsikan dan belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di lokasi.
Masyarakat yang ditemui di lokasi menyampaikan bahwa, perpipaan sudah terpasang kerumah-rumah warga namun belum pernah di aliri air sampai saat ini.
“Lanjut warga Saptanajaya mengatakan bahwa sampai saat ini fasilitas air bersih belum pernah dinikmati, dan belum dapat menggunakan sarana air bersih yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah tersebut,” paparnya.
Informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat juga menyebutkan, sampai saat ini belum ada proses serah terima fasilitas tersebut kepada pemerintah desa.
Padahal, berdasarkan dokumen Uraian Singkat Pekerjaan, proyek tersebut merupakan pembangunan/peningkatan SPAM Jaringan Air Bersih Perpipaan Saptanajaya yang berlokasi di Desa Saptanajaya, Kecamatan Duripoku, Kabupaten Pasangkayu Tahun Anggaran 2023.
Dokumen teknis tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan bukan sekadar pembangunan fisik. Proyek dirancang sebagai satu sistem penyediaan air bersih yang terdiri dari sejumlah komponen.
Salah satu bagian utama yang tercantum adalah pembangunan bak utama atau reservoir berkapasitas 75 meter kubik. Pekerjaan reservoir meliputi pekerjaan tanah dan pekerjaan struktural, antara lain pondasi, lantai, dinding, plat penutup, dinding sekat hingga pekerjaan arsitektural.
Selain reservoir, dokumen juga mencantumkan pembangunan rumah pompa yang meliputi pekerjaan tanah, pondasi, lantai, sloof 15×15, kolom 15×15, ring balk 15×15 serta pekerjaan arsitektural.
Sistem tersebut juga dirancang memiliki bor air dalam, jaringan layanan perpipaan, jaringan perlintasan perpipaan, sambungan rumah atau SR, serta sistem elektrikal dan mekanikal.
Untuk jaringan perpipaan, dokumen secara khusus mencantumkan pekerjaan pelintasan pipa, pipa crossing jalan dan pekerjaan trust block. Sementara pada bagian mekanikal terdapat pengadaan dan instalasi jaringan listrik serta pompa penarik dan pompa pendorong.
Pekerjaan juga mencakup pengadaan fasilitas umum berupa ruang terbuka hijau dan pengaman keliling, serta pekerjaan akhir berupa pembersihan.
Dengan cakupan tersebut, proyek sejak awal dirancang bukan hanya untuk menghasilkan bangunan fisik, tetapi membentuk sistem penyediaan air bersih yang dapat berfungsi dan dimanfaatkan masyarakat.
Dalam dokumen latar belakang pekerjaan disebutkan bahwa penyediaan air minum merupakan kebutuhan dasar dan bagian dari upaya meningkatkan kesehatan, kesejahteraan serta produktivitas masyarakat.
Dokumen itu juga menyebut kondisi geografis, geologi dan topografi Kabupaten Pasangkayu serta keterbatasan sumber air baku dan sumber daya manusia sebagai alasan perlunya pengembangan sistem penyediaan air minum yang sesuai dengan kondisi daerah.
Karena itu, keterangan masyarakat di lokasi menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Masyarakat juga menyampaikan bahwa sampai saat ini fasilitas tersebut belum difungsikan dan belum memberikan manfaat air bersih kepada warga.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai status pekerjaan, fungsi seluruh fasilitas yang telah dibangun serta proses serah terima kepada masyarakat.
Dikutip pada laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), pada Senin (24/8), menunjukkan paket Pembangunan/Peningkatan SPAM Jaringan Air Bersih Perpipaan Saptanajaya tercatat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pasangkayu.
Dalam data tersebut, pekerjaan konstruksi memiliki pagu Rp2.790.000.000 dengan sumber dana APBD. Sementara pada informasi tender, nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat Rp2.789.854.745,58.
Paket tersebut dimenangkan CV Garda Viga Perkasa, dengan alamat perusahaan di Palu, Sulawesi Tengah.(Tim)






