BARRU,– Warga Lingkungan Jalange, Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru digemparkan dengan penemuan jasad seorang pemuda yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Senin (20/4/2026) sore.
Korban diketahui bernama Zulfikar (23), seorang wiraswasta setempat. Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 15.10 WITA dalam kondisi tergantung pada seutas tali rami berwarna putih di sebuah pohon mangga tepat di halaman depan rumahnya.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh paman korban, Agus Salim (57), yang baru saja tiba di rumah setelah menjenguk orang tuanya di RS Ainun Habibie, Kota Parepare. Setibanya di depan rumah, Agus yang merupakan seorang tunawicara, terkejut melihat keponakannya sudah dalam keadaan tergantung.
Dalam kondisi panik, Agus segera mendatangi rumah tetangganya, Lahapi (68). Dengan menggunakan bahasa isyarat dan ekspresi sedih yang mendalam, ia memberitahukan kejadian tersebut dan menuntun saksi Lahapi ke lokasi kejadian (TKP). Setibanya di sana, Lahapi langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Mallusetasi bersama tim Inafis Polres Barru, SPKT, dan pihak UPTD Kesehatan Puskesmas Palanro segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah TKP.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan tim Inafis.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kematian murni disebabkan oleh jeratan tali pada bagian leher.
Pihak keluarga telah membuat pernyataan resmi untuk menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan catatan medis, diketahui bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan. Korban terakhir kali mengambil rujukan di Puskesmas Palanro pada November 2025 untuk pengobatan di Poli Jiwa RS Sumantri, Kota Parepare.
”Korban memang memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan menurut keluarga sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya,” ungkap salah satu petugas di lokasi.
Selain faktor kesehatan mental, kondisi keluarga yang telah lama bercerai diduga menjadi salah satu faktor kurangnya perhatian terhadap korban. Selama ini, korban hanya tinggal berdua bersama pamannya, Agus Salim.
Saat ini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga di Lingkungan Jalange untuk proses pemakaman.





