BARRU,– Di tengah kesibukan menjalankan roda pemerintahan, Bupati Barru, Hj. A. Ina Kartika Sari, SH., M.Si., menunjukkan sisi empatinya sebagai seorang ibu dan pemimpin. Pada Selasa (03/03/2026), suasana haru menyelimuti Lasijelling, Kelurahan Kiru-Kiru, saat rombongan pemerintah kabupaten tiba untuk memberikan penghormatan terakhir bagi almarhumah Hj. Hawaeda.
Kehadiran Bupati Andi Ina tidak sendirian. Beliau didampingi oleh Wakil Bupati Barru, Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., dan Pj. Sekda Barru, Abu Bakar, S.Sos. Kehadiran tiga pilar utama Pemkab Barru ini menjadi simbol dukungan moral yang kuat bagi keluarga besar H. Rudi Hartono, anggota DPRD Kabupaten Barru yang tengah kehilangan ibunda tercinta.
Bukan sekadar kunjungan protokoler, suasana di rumah duka terasa begitu khidmat dan penuh kekeluargaan. Bupati Andi Ina menyampaikan pesan yang menyentuh hati, mengajak seluruh pelayat untuk mengirimkan hadiah terbaik berupa doa.
“Kami berharap agar kita semua yang hadir mendoakan almarhumah. Semoga amal ibadahnya diterima, diampuni segala khilafnya, dan mendapat tempat yang paling mulia di sisi Allah SWT,” tutur Andi Ina dengan nada lembut namun penuh ketulusan.
Beliau juga berpesan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tetap menggenggam kesabaran. Baginya, kehilangan seorang ibu adalah duka yang mendalam, namun ketulusan dan tawaqallah adalah obat terbaik untuk mengikhlaskan kepergiannya.
Selain mendoakan Hj. Hawaeda, Bupati juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya almarhumah, seraya menguatkan H. Rudi Hartono dan keluarga besar di daerah pemilihan Mallusetasi. Kehadiran para pimpinan daerah ini seolah menghapus sekat antara pejabat dan rakyat, menunjukkan bahwa di hadapan maut, semua adalah saudara yang saling menguatkan.
Mewakili keluarga besar, H. Rudi Hartono tak mampu menyembunyikan rasa terima kasihnya. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tinggi atas kehadiran para pimpinan daerah serta seluruh kerabat dan sahabat yang meluangkan waktu untuk hadir.
“Terima kasih atas doa dan kehadiran saudara-saudara sekalian. Kehadiran kalian adalah pelipur lara bagi kami di masa sulit ini,” tutup H. Rudi.
Kepergian Hj. Hawaeda meninggalkan kenangan akan sosok ibu yang dicintai, namun kepedulian yang ditunjukkan oleh para pemimpin Barru hari ini memberikan pesan penting, bahwa di Barru, duka satu orang adalah duka kita semua.






